Makalah Wirausaha

MAKALAH

WIRAUSAHA : SOLUSI PHK

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas PKN

\

penyusun :

Nadia Indah I34080131

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2008/2009

DAFTAR ISI

Kata Pengantar   …………………………………………………… i

Daftar Isi             …………………………………………………… ii

Bab I.Pendahuluan      …………………………………………….  1

A.Latar Belakang         …………………………………………….  1

B.Tujuan             …………………………………………….  2

C.Perumusan Masalah ……………………………………… 2

Bab II.Isi                       …………………………………………….  3

A.PHK dan Berwirausaha     ………………………………. 3

B.PHK                 …………………………………………….. 4

1.Alasan atau Sebab PHK     ………………………… 4

2.Peran Pemerintah dalam PHK     …………………. 5

C.Wirausaha       …………………………………………….. 7

1.Pengertian        ……………………………………… 7

2.Kiat-kiat berwirausaha       ………………………… 7

3.Kendala berwirausaha       ………………………… 9

Bab III.Penutup  …………………………………………………….         11

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang dibuat berdasarkan tugas PKN yang berjudul “Wirausaha : Solusi para korban PHK” dari Bapak Gunter dapat terselesaikan dengan sebaik – baik nya.

Terimakasih kami ucapkan kepada semua kalangan yang telah berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini. Sumbangan buah pikiran teman – teman sangat kami hargai dan juga ucapan terimakasih kami tujukan kepada Bapak Gunter selaku Dosen Pratikum PKN yang telah memberikan pengarahan.

Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga kami dapat melakukan hal yang lebih baik lagi dimasa yang akan dating.

Bogor,6 Maret 2009

Penyusun


BAB I.Pendahuluan

A.Latar Belakang

Tingginya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia disebabkan oleh banyaknya pemutusan tenaga kerja oleh perusahaan tempat mereka bekerja.Hal ini menyebabkan berbagai masalah bagi para korban PHK tersebut. Saat sulit seperti ini harus mereka hadapi,kebingunganpun menghantui pikiran mereka. Kebutuhan yang harus dipenuhi semakin menambah daftar penderitaan mereka, ditambah harga-harga sembako yang melambung tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, mereka akan menjual atau menggadaikan harta benda yang ada. Uang pesangon yang mereka dapatkan dari perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya, itu pun apabila perusaahan tersebut memberikan hak mereka itu.

Pemutusan hubungan kerja oleh pihak perusahaan yang terjadi secara sepihak sangat merugikan para karyawan. Dalam UU NO.13/2003, yang mengatur tentang ketenagakerjaan, bahwa perusahaan tidak boleh memberhentikan karyawannya secara sewenang-wenang tanpa adanya sebab-sebab yang telah disepakati bersama sebelumnya.

Hal seperti ini tidak dapat dibiarkan terus berlangsung secara terus menerus, para korban PHK atau pengangguran serta pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk dapat keluar dari keterpurukan mereka. Wirausaha dapat menjadi alternatif bagi korban PHK sebagai salah satu tindakan keluar dari lketerpurukan tadi. Berwirausaha tidaklah begitu sulit asalkan setiap orang mau mencoba dan berani memulai sesuatu yang baru. Modal tidak begitu menjadi faktor utama dalam berwirausaha, tapi yang terpenting adalah semangat, kerja keras dan disiplin. Dengan demikian maka akan terbentuk pelaku-pelaku ekonomi yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain di tengah-tengah krisis global ini.

B.Tujuan

Dengan adanya makalah ini yang menjelaskan mengenai hubungan antara kewirausahaan dengan PHK ,diharapkan pembaca dapat memahami bahwa kewirausahaan merupakan salah satu solusi dalam mengatasi dampak PHK.

C.Rumusan Masalah

Dalam makalah ini, kami akan membahas beberapa persoalan tersendiri tentang Pemutusan Tenaga Kerja,Kewirausahaan dan serba – serbinya sebelum kami memasuki bagaimana keterkaitan antara kewirausahaan dan PHK.

Hal – hal yang perlu kita ketahui sebelumnya adalah apa sebenarnya PHK itu. Bagaimana hal itu terjadi dan bagaimana pemerintah menanggapinya.Selain itu apa saja sebab –sebab tterjadinya PHK itu sendiri penting untuk kita ketahui.

Setelah pembahasan tentang PHK,kita perlu mengetahui juga tentang kewirausahaan. Apa sebenarnya kewirausahaan itu. Bagaimana menjadi seorang wirausaha juga perlu diketahui agar kita mengetahui kendala apa yang akan kita hadapi saat berwirausaha..

BAB II. ISI

A. PHK dan Berwirausaha

Pemutusan Tenaga Kerja mungkin merupakan suatu cobaan yang amat berat. Belum lagi lapangan pekerjaan yang semakin sempit, menyulitkan kita untuk mendapatkan pekerjaan baru.Uang pesangon yang diberikan oleh perusahaan sebelumnya mungkin hanya cukup untuk konsumsi selama beberapa waktu. Namun, bagaimana kelangsungan hidup kita selanjutnyalah yang harus kita pikirkan pertama kali setelah keputusan PHK itu kita terima.

Uang pesangon yang kita dapat sebaiknya jangan dihabiskan begitu saja untuk konsumsi. Kita memiliki pilihan untuk memanfaatkan uang itu untuk memulai sesuatu yang baru demi menyambung hidup. Dengan bantuan pinjaman ataupun simapanan, ada baiknya kita mulai berfikir usaha apa yang akan kita lakukan.

Saat kebingungan mulai melanda, kita tidak perlu panik. UKMKU atau Usaha Kecil Menengah-Ku didirikan guna membantu para korban PHK ataupun pengangguran yang membutuhkan usaha demi menyambung hidup. UKMKU ini merupakan lembaga yang memberikan pelatihan dan wirausaha yang dikembangkan oleh Wulan Ayodya.

Lembaga ini bukan hanya sekedar berkoar- koar tanpa arti. Banyak para korban PHK yang telah terselamatkan dan malah mereka bisa menyelamatkan para korban PHK lainnya atau pengangguran korban krisis global.

Pengetahuana tentang sebuah usaha ternyata adalah pintu utama jika ingin mewujudkan sebuah peluang usaha, tanpa tahu tentang pengetahuan usaha jangan harap sebuah peluang usaha dapat terwujudkan, demikian pula bagi para pengusaha yang akan memPHK karyawanya agar dapat memperiapkan sebelumnya para korban PHK agar benar – benar siap untuk menghadapi kondisi yang tidak menentu itu. Menjadi wirausaha lebih mudah dibandingkan mencari pekerjaan baru pada kondisi seperti saat ini.

B.PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK adalah sebuah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.

PHK adalah suatu itilah yang sering kali kita dengar dan setiap mendengar kata ini hal pertama yang terlintas dalam kepala kita adalah pemecatan sepihak yang dilakukan oleh pihak pengusaha karena kesalahan pekerja atau alasan internal lainnya.

Namun, pada kenyataannya tidak semua PHK merupakan pemecatan sepihak yang dilakukan oleh perusahaa.PHK dapat terjadi karena bermacam sebab lainya. Intinya tidak sama dengan pengertian dipecat.

1.Alasan atau Sebab PHK

Terdapat bermacam – macam alasan PHK, dari mulai pekerja yang mengundurkan diri, tidak lulus masa percobaan hingga perusahaan pailit.Sebab – sebab PHK lainya,adalah sebagai berikut        :

  • Selesainya PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu)
  • Pekerja melakukan kesalahan berat
  • Pekerja melanggar perjanjian kerja, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perusahaan
  • Pekerja mengajukan PHK karena pelanggaran yang dilakukan pengusaha
  • Pekerja menerima PHK,meski bukan karena kesalahannya
  • Pernikahan yang terjadi antara pekerja (jika perusahaan menentukan peraturan sesama pegawai tidak boleh ada ikatan pernikahan)
  • PHK masal karena perusahaan yang mengalami kerugian, force majeure, atau melakukan efisiensi.
  • Peleburan, penggabungan, dan perubahan status
  • Perusahaan pailit
  • Pekerja meninggal dunia
  • Pekerja mangkir selama 5 hari atau lebih dan telah dipanggil sebanyak 2 kali secara patut.

2.Peran Pemerintah dalam masalah PHK

Angka PHK beberapa tahun belakangan ini di Indonesia cukup tinggi. Namun, memasuki tahun 2009 angka tersebut sudah tidak terlalu buruk. Pemerintah sudah melihat kebawah dan mulai mengatasi permasalahan negeri ini dari dasarnya.Dalam masalah PHK ini,pemerintah yang diwakili oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan telah menyiapkan tiga langkah untuk mengantisipasi terjadinya PHK masal.

Langkah pertama yang diambil oleh pemerintah adalah mengenjot sektor riil melalui pembangunan infrastruktur. Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah guna menggerakkan sektor riil, sehingga anggaran untuk infrastruktur setiap tahunnya terus ditingkatkan. Percepatan pembangunan infrastruktur melalui kegiatan pembangunan, rehabilitasi, pemeliharaan serta subsidi operasi diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, kapasitas, kualitas, dan jangkauan pelayanan berbagai infrastruktur pada gilirannya akan mampu memberikan dukungan kepada berbagai sektor perekonomian. Sektor-sektor perekonomian tersebut adalah pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan pembangunan daerah sehingga diharapkan target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai, serta angka kemiskinan dan pengangguran dapat secara signifikan dapat dikurangi.

Langkah kedua adalah meningkatkan penciptaan lapangan kerja baru. Lapangan pekerjaan baru disini dapat diciptakan lebih banyak lagi dengan adanya penyuluhan tentang kewirausahaan,sehingga para korban PHK ataupun pengangguran dapat berfikir untuk mulai kehidupan baru sebagai wirausaha. Kegiatan ini selain dapat menolong dirinya sendiri, juga dapat menolong nasib banyak orang.

Langkah ketiga adalah terbentuk social safety net.Program ini diharapkan akan segera aktif. Contoh program social safety net ini adalah BLT, PNPM dan Jamkesmas.

Selain ketiga langkah – langkah tersebut, ada beberapa hal lagi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah ini. Penurunan harga BBM yang juga harus diikuti dengan penurunan harga pasar lainnya seperti harga semabako yang

tetap melambung. Hal ini dilakukan demi meningkatkan daya beli masyarakat.

Pembukaan peluang ekspor baru dengan menjalin kerjasama beberapa negara di dunia terutama negara yang tidak begitu terpengaruh dampak krisis keuangan global juga merupaka tindakan yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah.

Setelah tindakan – tindakan di atas,namun PHK tetap tidak dapat terelakkan, minimal perusahaan dapat memberikan pesangon bagi para karyawan yang terkena PHK agar mereka dapat bertahan hidup atau untuk modal berwirausaha.

C. WIRAUSAHA

Wirausaha, sebuah bidang yang membutuhkan sebuah kejelian dalam mengantisipsi kondisi pasar. Usaha ini tidak hanya tergantung dari keberuntungan dan modal saja, namun memerlukan perhitungan yang tepat. Untuk menjadi seorang yang berhasil tentu melalui berbagai usaha dan cobaan. Tak ada sebuah usaha yang langsung dimulai dari sebuah keberhasilan dengan sendirinya, dan semua itu harus dijalani dengan sebuah keberanian.

1.PENGERTIAN

Wirausaha merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menangkap peluang bisnis, mengumpulkan sumberdaya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan mengambil tindakan yang tepat dalam memastikan keberhasilan.

2.KIAT – KIAT BERWIRAUSAHA

Apabila kita membaca surat kabar mengenai lowongan kerja,ternyata banyak sekali penawaran kerja yang dipasang, Namun hal ini tidak seimbang dengan tenaga kerja pengangguran yang lebih banyak jumlahnya atau bagi yang sudah mendapatkan pekerjaan,ternyata taraf hidupnya masih kembang kempis.

Wirausaha merupakan salah satu alternatif dalam keluar dari permasalahan di atas. Namun,menjadi seorang wirausahawan tidaklah mudah.Ada kiat – kiat agar sukses dalam berwirausaha.

Salah satu kiat dalam berwirausaha adalah menjaga tujuan usaha atau perusahaan yang kita bangun agar selalu terlihat  jelas. Salah satu kelemahan perusahaan yang masih kecil adalah mereka jarang mempunyai tujuan jelas yang akan mereka capai. Setiap usaha harus memiliki tujuan pasti.

Kiat kedua dalam berwirausaha adalah miliki gambaran yang jelas tentang transaksi keuangan. Seorang pengusaha harus mempunyai gambaran yang lengkap tentang usahanya/ perusahaannya. Banyak usaha kecil yang gagal karena tidak mempunyai pembukuan yang memadai, bahkan sering mengabaikan pencatatan kegiatan transaksi keuangannya.

Kiat ketiga adalah mengetahui titik impas. Seorang pengusaha harus tahu benar apakah ia memperoleh laba atau rugi. Cara terbaik untuk mengetahuinya ialah dengan menggunakan metode titik impas. Dengan mengetahui diagram ini kita bisa mengetahui tingkat operasi yang merugi dan jumlah transaksi yang bisa membuat kita meraih laba.

Kiat keempat adalah usahakan sebisa mungkin biaya material semurah-murahnya. Kemenangan dalam persaingan usaha tergantung satu faktor yaitu memproduksi dngan biaya yang murah dan bisa menjual dengan harga tinggi. Jadi memproduksi dengan biaya yang murah harus dimungkinkan dan diusahakan.

Kiat kelima adalah hilangkan segala sesuatu yang tidak diperlukan. Pengusaha yang mapan selalu menaruh perhatian kepada pengaturan mesin, material dan tenaga kerja yang efisien demi profit. Ada tiga aturan yang jitu untuk menghilangkan segala sesuatu yang anda tidak perlu yaitu satu, Jangan menyimpan sesuatu yang seharusnya anda tak perlukan. Kedua Jangan berkata sesuatu yang seharusnya anda tak perlu katakan dan Ketiga Janganlah menulis sesuatu yang seharusnya anda todak menuliskannya.

Kiat keenam adalah efisiensi tinggi dan Upah tinggi. Jika anda punya karyawan maka manfaatkanlah keahlian dan kelebihannya, agar mereka dapat bekerja baik dan bangga dengan pekerjaannya. Kepuasan dan rasa bangganya mendorong efisiensi yang lebih tinggi.

Kiat terakhir dan yang paling penting adalah perintis untuk selalu memperoleh laba yang lebih besar. Pengusaha yang cakap selalu mempunyai kekhususan, mereka tidak membuat barang dan jasa yang sama seperti yang telah ada dipasar, tapi bagaimana mencari cara lain untuk membuatnya sehingga kekhususannya itu bisa memberi laba yang lebih tinggi. Hindarilah masuk kedalam suatu jenis usaha yang sudah penuh sesak. Kecuali saudara bisa membuat kekhususan tersendiri sehingga menjadi yang menarik.

3.KENDALA DALAM BERWIRAUSAHA

Wirausaha dalam menjalankannya tentulah tidak mudah.Banyak kendala yang harus kita hadapi dalam menjalani kiat-kiat yang telah dijabarkan di atas.Kendala – kendala yang mungkin akan kita hadapi kemungkinan menjadi kegagalan dalam memilih peluang bisnis baru adalah kurangnya objektivitas karena mencari gagasan bagi produk atau jasa.

Kurangnya kedekatan dengan pasar yang akan kita masuki juga merupakn permasalahan.Apabila kita tidak mengetahui bagaimana medan yang akan kita masuki,bagaimana mungkin kita akan mulai berlaga.Selain hal tersebut,pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai juga dapat menjadi kendala dalam mulai berwirausaha.

Pengabaian kebutuhan finansial adalah salah satu kendala yang mendasar. Terkadang kita tidak terlalu memilirkan secara mendalam dan mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi.

Selain hal-hal yang telah dijabarkan di atas, kurangnya kreasi dan inofasi juga dapat menyebabkan kurangnya diferensiasi produk di pasaran.Hal ini tentunya tidak dapat menjamin, wirausaha mendapat keuntungan tertentu yang membedakan dari pesaing – pesaing lainnya.

BAB III. PENUTUP

A.Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah dijabarkan dalam bab sebelumnya, dapat dikatakan bahwa berwirausaha adalah salah satu alternatif terbaik yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan PHK.

Berwirausaha memang terkesan sulit, tetapi pada kenyataannya asalkan kita berusaha kendala – kendala yang melanda dapat diatasi dengan baik. Lagipula, banyak jalan dalam usaha memulai berwirausaha.

Berwirausaha juga membutuhkan kiat – kiat agar lancar dalam menjalaninya. Kiat tersebut termasuk seperti menjaga tujuan usaha. Gambaran tentang transaksi keuangan juga dibutuhkan agar wirausahawan dapat memprediksikan masalah keuangan usahanya. Wirausahawan juga harus mengetahui titik dimana usahanya akan mengalami keuntungan ataupun kerugian karena tujuan akhir dari segala usaha yang dilakukan adalah profit yang sebesar – besarnya

B.Saran

Lembaga – lembaga seperti UKMKU siap menolong para korban PHK ataupun pengangguran dalam usaha mereka memulai berwirausaha. Penyuluhan dan pelatihan siap dilakukan demi menambah wawasan para korban PHK dan pengangguran tentang wirausaha. Selain itu, banyak lembaga – lembaga lainnya yang siap membantu dalam masalah modal untuk berwirausaha.

DAFTAR PUSTAKA

Abu BakarHafidz.2007.Kiat-kiat  Sukses Berwirausaha.Jakarta.Erlangga

May 10, 2010. Uncategorized.

Leave a Comment

Be the first to comment!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback URI

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: